Suatu Siang di pertengahan 2005,

Kala itu saya dan beberapa teman sedang liburan bersama di Jogja setelah kelulusan SMA. Namanya jiwa anak SMA yang baru (untung) lulus dan pertama kali merasakan kebebasan, kami memutuskan untuk menjelajahi jogja tanpa ada satupun yang tahu jalan. Sebenarmya salah seorang teman yang ikut memiliki kakak yang kuliah disana, namun dia harus memilih antara pacaran atau menemani rombongan adiknya jalan-jalan. Sebagai kakak yang baik tentu saja tidak perlu berpikir lama untuk mengambil keputusan. Yes, dia memilih pacaran.

Pilihan yang masuk akal. Bermanja-manja dengan pacar tentu lebih menyenangkan dibanding berpanas-panasan dengan kemungkinan terserang sakit jiwa karena mengajak tamasya gerombolan bocah hiperaktif yang melihat mbak-mbak pakai rok mini saja sudah langsung demam.

Oke, balik lagi. Kami yang berjumlah 4 orang mendapat pinjaman 2 motor dari kakak teman saya dan pacarnya tadi. 

" Kamu pulangnya tunggu mereka balik ya. Kan ga ada motor" Kakak teman saya tadi berbicara pelan kepada pacarnya setelah memberikan kunci. (3 tahun kemudian saya baru mengerti jika ini yang dinamakan modus). 

Setelah siap, dengan semangat 45 dan bermodal peta kota jogja , kami pun berangkat.

2 Jam kemudian,..

“Ini kita bener jalannya ?” tanya saya kepada yang lain.
“Nggak Tau”.
“Nggak ngerti”.
“Kayaknya bener. Kalo ga bener berarti salah”.

Ternyata antusiasme tinggi yang kami miliki tidak diimbangi dengan kemampuan membaca peta dan kadar logika yang jika dilihat oleh guru kami, niscaya mereka akan mengkaji ulang kelulusan yang mereka beri. Kami resmi dinyatakan nyasar.

Berputar-putar tak tentu arah selama beberapa lama, akhirnya kami menarik kesimpulan untuk terus mengikuti jalan raya. Kami sempat bertanya dengan orang dijalan, hanya perbedaan budaya dimana penduduk jogja yang menggunakan arah mata angin sebagai panduan membuat kami tidak mencerna petunjuk yang diberikan dengan baik.

“ Ke utara, habis itu perempatan ke selatan, terus ke timur”
“Nggg….”

Dan hasilnya, kami tambah nyasar entah dimana. Kanan kiri banyak hamparan sawah. Disini saya merasa pepatah malu bertanya sesat dijalan hanya sekedar kata-kata manis ala orang kampanye.

Akhirnya sebersit harapan muncul ketika jalan yang ditelusuri mulai menampakkan aktivitas masyarakat yang cukup ramai. This must be it ! We did it guys ! Akhirnya nyampe juga. Malioboro here we come !

Tapi mungkin dewi fortuna lagi sibuk arisan, harapan dan rasa lega yang ada di kepala kami seketika sirna ketika melihat gapura batas kota bertuliskan “ Kota Klaten”. Nggak perlu angka 9 di pelajaran geografi buat ngerti kalau Klaten udah bukan wilayah Jogja dan jaraknya lumayan jauh bagi yang nggak biasa. Yah mau bagaimana lagi, karena tenaga habis dan hari sudah mulai sore kami hanya duduk-duduk sebentar di sebuah warung untuk minum es sembari mengistirahatkan pantat yang pegal untuk kemudian melanjutkan aktivitas nyasar yang masih belum mau berakhir dalam perjalanan kembali ke Jogja.

10 tahun berlalu.

Siapa sangka sekarang saya malah berdomisili di Jogja dan seperti mengulang kejadian yang sama kali ini adik saya beserta teman-temannya yang datang berlibur ke jogja disaat pacar sedang libur kerja. Hmm dilematika antara adik dan pacar akhirnya saya rasakan. Dan tentu sebagai kakak yang baik saya tahu apa yang harus dilakukan.

“ Hati-hati , jangan ngebut.“ kata saya sambil memberi dua buah kunci motor milik saya dan pacar.

Sebenernya khawatir juga mereka bakalan nyasar kayak saya dulu. Tapi ini udah 2015. Kalaupun nyasar ketimbang nyari jalan pulang, yang duluan mereka lakuin paling posting status beserta foto selfie di sosmed lengkap dengan lokasi dimana mereka berada. So,there's nothing to worry about.

Perkiraan saya benar. Menjelang sore, mereka pulang dengan wajah ceria dan 4 giga foto-foto di kamera.

“Nggak nyasar ?” tanya saya.

“Nggak Kak. Pake Waze tadi” jawab adik saya sambil menunjukkan salah satu aplikasi GPS di ponselnya. “ Besok pinjem motornya lagi ya. Kami mau jalan-jalan lagi” lanjutnya.

Saya hanya mengangguk sambil bergumam  “ Kampret, indah banget hidup kalian”.

Sepuluh tahun, ribuan perubahan.

Membandingkan perubahan yang dihasilkan dari perkembangan teknologi di Indonesia dalam rentang waktu 10 tahun tentu tidak sulit. Banyak sekali hal yang kentara terlihat. Jika dulu untuk mencari bahan tugas sekolah harus melalui proses yang repot ( ke perpustakaan – nyari buku yang berkaitan – mau pinjam – nggak boleh sama librarian karena ada buku yang belum dikembalikan - pulang kerumah lagi – cari buku yang dipinjam - balik ke perpustakaan lagi – perpustakaannya udah tutup – pengen nangis tapi gengsi – kontemplasi dosa apa yang udah dibikin hari ini ), sekarang dengan kekuatan internet yang begitu besar kita tinggal nongkrong didepan laptop atau bahkan smartphone dan dalam sekejap informasi yang diinginkan hadir didepan mata. Easy as pie.

Infografis pengguna internet di Indonesia dalam kurun waktu 2010-2014
Sumber : http://adways-indonesia.co.id/


Dulu, orang seperti saya dimana Tuhan lupa memasukkan elemen ganteng waktu saya masih diproses, mesti pasrah kalau difoto. Ga perlu diliat daripada sakit mata. Minta foto ulang juga percuma, yang memfoto juga pasti males. Sekarang dengan aplikasi Photo editor yang menjamur, banci taman lawang aja bisa jadi mirip Jessica Alba, terus jadi profile picture di aplikasi chatting. Yang ngajak ketemu ya semoga masih dikaruniai jantung yang kuat.

Selain untuk pribadi, teknologi juga memberi pengaruh yang kuat terhadap masyarakat banyak dan negara. Contoh yang sering diberitakan media adalah penggunaan e-catalogue dalam proses tender pemerintah yang diklaim bisa mengurangi perilaku korupsi. Saya yakin kita semua sudah muak dengan korupsi dan dengan teknologi kita berharap hal itu bisa jauh berkurang.

E-commerce : bentuk kemajuan teknologi yang tengah menggeliat di Indonesia saat ini .
Sumber : kominfo.go.id
Atau geliat e-commerce yang sedang kuat-kuatnya di Indonesia. Para pedagang tidak harus punya toko fisik untuk berjualan. Cukup melalui media sosial atau bergabung dengan platform yang menyediakan lapak online dan voila, anda sudah berstatus sebagai pengusaha. Pembeli pun sama. Tingal cari di internet, kirim uang, dan barang yang mau dibeli sudah ditangan. Dalam segi ekonomi keseluruhan, berdasarkan riset Google bersama iDea dan TNS nilai pasar e-commerce di Indonesia tahun 2016 diperkirakan mencapai 295 triliun Rupiah. That's sure one hell of a lot of money ! Dengan perputaran uang sebesar itu jelas memberi nilai yang cukup berarti bagi pemasukan pajak negara.

Akhirnya tidak bisa dipungkiri kalau kemajuan teknologi dalam sepuluh tahun ini memberi perubahan yang signifikan dalam seluruh aspek kehidupan dari hiburan, pengetahuan, hingga ekonomi di Indonesia.

Kemajuan Teknologi : Selalu bagus, namun kita, terkadang salah fokus.

Lantas apa kemajuan teknologi yang terjadi selama 10 tahun ini semuanya baik ? Bukankah karena teknologi, juga banyak terjadi hal-hal yang malah merugikan baik diri sendiri maupun orang banyak. ?

Kasus “Mama minta pulsa” misalnya. Walaupun tidak membuat galau seperti “ Mama minta cucu”, scam ini cukup merisaukan masyarakat. Dengan modal sedikit para penipu bisa meraup jutaan rupiah dari korban yang terjebak. Belum lagi jenis scam yang lain. Mulai dari email scam “ pangeran Nigeria yang mau ngasih duit jutaan dolar” sampai “ cara agar dapat memikat wanita dengan mudah” ( ini yang ngirim emang tahu saya jelek atau ah entahlah).

Jika perkara diatas memang dilakukan berdasarkan intensi para pelakunya, mungkin masih bisa dipersempit melalui pengetahuan dan logika kita. Namun keburukan dari kemajuan teknologi yang kita lakukan sendiri baik entah secara sadar atau tidaklah yang lebih berbahaya. Kecanduan adalah salah satunya.

Infografis bagaimana Smartphone yang merupakan salah satu kemajuan teknologi memengaruhi pola kehidupan. Studi kasus di restoran. Sumber : techinasia.com 


Adiksi yang diberikan teknologi secara perlahan mulai menyatu dengan pola kehidupan. Main game berhari-hari tanpa mempedulikan urusan lain, sibuk eksis di media sosial hingga melupakan dunia nyata, dan masih banyak lagi. Di titik ini, sama seperti heroin, teknologi mampu menjadi perusak masa depan.

Jadi kemajuan teknologi itu anugrah atau kutukan ?

Pertanyaan diatas menurut saya sama seperti “ gimana rasanya jadi pejabat yang jujur?”. Enak atau repot ? ( karena kalau yang nggak jujur mana mungkin mau repot). Apakah enak karena memiliki kedudukan, dikenal banyak orang , memiliki kuasa atau justru di sisi lain rapot dan capek karena harus mengurusi berbagai problematika masyarakat yang dipimpinnya?

Contoh mereka yang bisa fokus memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk mencapai hal yang positif.
Sumber : Ziliun.com


Jawabannya tidak pasti. Namun yang menjadi point adalah dia sudah menjadi pejabat. Seperti yang kita tahu, untuk memiliki posisi yang tinggi memerlukan usaha yang kuat. Mulai dari pengetahuan, kampanye dan berbagai hal yang menguras fisik dan mental. Jika dia pejabat yang jujur, repot itu pasti, capek juga iya. Tapi jika dia memiliki fokus dan tujuan untuk menjadi pemimpin yang baik, hal yang negatif pasti tidak begitu terasa.

Sama dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi adalah bukti bahwa manusia selalu berpikir dan berkembang. Dan itu hal yang positif. Tentang bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan, itu tergantung bagaimana fokus kita dalam menggunakannya. Apakah sebagai pelengkap atau penguasa kehidupan.

Katakanlah seperti main game. Jika fokus kita untuk mencari hiburan dari aktivitas yang melelahkan, tentu tidak akan sampai berhari-hari. Secukupnya saja. Atau aktif di media sosial untuk menjalin pertemanan yang luas, bukan untuk melupakan dunia nyata.

Tanpa kemajuan teknologi, banyak hal besar yang tidak akan terjadi.Mungkin kita tidak akan mengenal Raditya Dika sebagai blogger. Mungkin dia menjadi pejabat, karyawan atau jika dia mengerti teknologi senjata dan diculik teroris ke gurun pasir dia bisa saja menjadi Iron Man. Namun kita mengenalnya sebagai blogger. And a big one. Dia bisa menggunakan teknologi sebagai media yang memudahkan kehidupan, bukan menguasai. Dan itulah kuncinya.

Teknologi itu seharusnya memudahkan yang sulit. Bukan menyulitkan yang mudah. Membeli baju melalui media online itu benar. Meskipun harus menunggu pengiriman, tapi bukan keperluan yang mendesak. Berbeda jika membeli sabun cuci di website online. Masa piring kotor harus menumpuk beberapa hari sampai sabunnya diterima? Itu namanya stres.

Selama 10 tahun, berbagai kemajuan teknologi tanpa berhenti memasuki Indonesia. Dan kita ikut merasakannya. Menganggap teknologi itu anugrah mungkin tidak selalu. Namun menganggapnya kutukan juga sama seperti menyalahkan manusia karena berpikir. Jadi, anugrah atau kutukan , sekarang tergantung bagaimana fokus dan sudut pandang kita dalam menggunakan dan menyikapi teknologi yang ada.

Karena kemajuan teknologi itu selalu bagus. Namun, kita yang terkadang salah fokus.

Dan kayaknya sepatu gue ilang. Itu kesimpulan yang bisa gue ambil setelah setengah jam ngubekin rak sepatu. Mungkin dimaling orang. Bisa juga dicuri udang. Oke kemungkinan kedua terdengar agak cacat. Kecuali udang jaman sekarang pada gaul ngeceng pake sneakers warna ngejreng, barangkali baru bisa jadi opsi. Tapi seingetnya , selama gue ngeceng ga pernah ketemu sama udang, paling manusia yang mirip otaknya doang.

Sepatunya sih biasa, malah kebanyakan nangkring di rak sampe debuan. Sepatu lain juga masih punya, cuma sepatu ini punya cerita sendiri. Cerita yang seharusnya bisa menjadi penunjuk saat kita bertemu sebentar lagi.Bahwa gue masih bisa mengingat, tentang apa yang pernah ada disini.

Ah Dasar maling bangsat.
--------------------------------------------------------------------------------------------
Somewhere in the middle of saturday night.

Sebuah kesalahan sepertinya memilih kafe ini.Lagu yang diputar kebanyakan bertema trance. Jadi cukup susah untuk bercengkrama. Tapi justru sedikit banyak mengingatkan kelakuan waktu kita masih muda. Dua party goers yang nggak pernah capek berburu tempat untuk menari berdua.

"Kamu apa kabar", dia bertanya, sekedar berbasa-basi membuka percakapan. Pertanyaan biasa, hanya diiringi senyum yang jadi pembeda.

Senyumnya belum berubah. Gigi taring sebelah kanan tersungging setiap kali tersenyum. Menjadi ciri khas yang selalu tampak menyenangkan.Senyum yang dulu berharga, cuma sayang gue terlalu sering mengalihkan mata.

"Aku baik, yah gini2 aja" balas gue yang masih mikir apa yang seharusnya dirasa. Senang, karena setelah setahun lebih berjalan sendiri2 sekarang dia duduk persis di depan gue. Atau harus galau karena dia yang terlihat sangat memesona. Nggak ada yang berubah sebenarnya, rambutnya tetap sebahu, gayanya tetap casual tanpa make up yang berlebihan. Cuma hal yang baru terlihat setelah sekian lama hilang memiliki arti yang lebih. Dia terlihat persis saat pertama kali gue jatuh cinta.

Kita bicara banyak hal, mengejar waktu yang tertinggal. Tentang perjalanan, hati, dan entah setan mana yang tiba2 memutar lagu In the darknya tiesto, membuat kita tersenyum berdua dan mulai mengungkit kenangan.

"Kamu inget dulu abis dugem kamu pulangnya mabok terus mau buka pintu kamar pake kunci mobil ?".

"Kamu inget dulu diketawain pas jemput aku pake sepatu yang kiri converse yang kanan puma gara2 masih ngantuk?"

"Kamu inget dulu ribut2 playstation ga nyala ternyata tivinya belum kamu idupin?"

"Kamu inget Phuket?"

Dan berbagai "kamu inget dulu" things yang pernah kejadian. Lucu. Semuanya lucu. Memunculkan kembali rasa malu malu. Meski kalo dipikir2 guenya kebanyakan dungu.

Dua jam berlalu. Kita masih menertawakan semuanya. Ada rasa yang terselip disana.Rasa yang aneh. Antara harapan,gengsi,rasa bersalah, ah ntahlah. Memetakan perasaan nggak semudah menjumlah angka. Satu ditambah satu nggak selalu sama dengan kita. Dulu mungkin iya, sekarang lain cerita.

"Besok pulang?" tanya gue.

Dia mengangguk "Iya, flight jam 8 pagi".

"Kapan kesini lagi?". Sebuah pertanyaan rancu. Antara sekedar bertanya tapi disisipi keinginan mendengar jawaban " aku pasti kesini lagi".

"Nggak tau", jawabnya, langsung meratakan apa yang terpikir barusan.

Malam semakin jadi. Dia harus pulang, istirahat, berkemas untuk kemudian pergi. "See you when i see you" ujarnya mengiringi satu kecupan di pipi sebagai tanda hari ini.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sepatu gue ketemu !! Ternyata dipinjem tetangga sebelah kamar. Katanya mau bilang tapi gue ga bangun2 tidur, jadi langsung diambil.

Senang, sepatunya langsung dipake pergi. Rasanya sepatu ini kayak baru. Sama senengnya kayak ketemu dia waktu itu. Tapi , dia bukan sepatu. Dan gue juga ga berharap untuk bisa seperti dulu. Hari itu cukup sebagai sebuah pertemuan dua orang yang pernah berbagi dunia. Sebuah hari untuk bertutur cerita, tanpa harus bertukar rasa.

As we stare each other, everything seems to be fine. But, i will soon forget the color of your eyes, and you'll forget mine.

“Happily ever after is not a fairy tale. It’s a choice.”
- Fawn Weaver -

Pernikahan selalu menjadi salah satu tujuan hidup manusia. Sebuah momen sakral sebagai bukti penyatuan kedewasaan dari dua insan yang berbeda. Pernikahan juga sering diharapkan untuk menjadi peristiwa sekali seumur hidup. Karena itu biasanya pernikahan diiringi dengan berbagai persiapan yang menguras tenaga demi kesempurnaan yang tak hilang dimakan waktu.



Salah satunya adalah foto. Mulai dari pre-wedding hingga ke prosesi pernikahan itu sendiri, foto adalah salah satu hal utama yang tak bisa dianggap sepele. Picture speaks thousand words, begitu kata pepatah. Melalui media fotolah, kenangan akan sebuah peristiwa dapat dibagikan kepada banyak orang.

Akan tetapi foto pernikahan tidak sekedar bermodal kamera. Perlu konsep dan cita rasa seni yang tinggi juga profesional untuk menjadikannya istimewa. Jika tidak sama saja dengan foto selfie dikamar mandi.

Mengenal Tomodachi Photography.

Banyak poin yang diperlukan untuk membuat sebuah foto pernikahan yang cantik. Mulai dari peralatan, kemampuan membuat konsep, hingga fotografer yang harus memiliki skill professional. Jika kurang satu saja, hasilnya pasti akan mengecewakan.


Nah, diantara banyak jasa pemotretan untuk pernikahan, adalah Tomodachi Photography yang mampu menyatukan semua poin tersebut dan mengonversinya menjadi foto-foto yang menawan dan berseni tinggi.

Sumber : Tomodachiphotography.com
 Didirikan oleh tiga orang fotografer profesional (salah satunya JJ Haruki, fotografer perempuan Indonesia) , Tomodachi Photography yang memiliki basis di Bali dan Jepang ini memberikan hasil pemotretan tanpa cela kepada para kliennya dengan harga yang masuk akal.

Review Website Tomodachiphotography.com.

Sebagai media untuk memajang hasil karya dan portfolio yang pernah dibuat, Tomodachi photgrafy memliki website yang bisa diakses dialamat tomodachiphotography.com. Di website inilah banyak foto-foto yang telah dihasilkan Tomodachi dipajang dengan lengkap.

Kali ini saya akan menulis review berdasarkan pengamatan saya mengunjungi dan mengakses website tomodachiphotography.com ini.

Desain dan Konten

Secara general, dari segi desain , website tomodachi menggunakan warna putih sebagai warna utama di seluruh section yang ada. Penggunaan warna putih memberikan kesan yang minimalis namun memberi kesan lapang. Warna putih juga membuat foto yang ditampilkan menjadi tampak menonjol dan terlihat lebih jelas.

Untuk segi konten, sebagai website yang bertujuan untuk memajang hasil karya berupa foto, selain dari section gallery, tidak banyak yang bisa dilihat, akan tetapi keberadaannya tetap penting karena mengandung informasi tentang Tomodachi itu sendiri.
Tampilan Home.

Halaman Home Tomodachiphotography.com

Begitu mengakses Tomodachiphotography.com kita akan disambut dengan slideshow yang berisi beberapa foto karya tomodachi dengan ukuran cukup besar yang menjadi identitas utama yang ingin diperlihatkan.

Di bagian bawah foto selain terdapat berbagai widget sosial media juga ada badge dari berbagai asosiasi fotografer profesional yang mendukung nilai positif akan kredibilitas tomodachi photography.

Gallery



Section Gallery yang dilengkapi fitur Filter dan Read Full Story

Beralih dari halaman utama, section gallery yang menjadi ruang pajang setiap foto yang dihasilkan juga tidak banyak berbeda, masih didominasi warna putih dan dipenuhi berbagai foto lengkap dengan fitur “read full story” yang dapat menampilkan seluruh foto dalam setiap momen.

Melalui fitur read full story Tomodachi merangkai setiap foto menjadi sebuah kisah yang utuh dari awal hingga akhir. 

Fitur Read full story menampilkan keseluruhan prosesi pernikahan dalam bentuk foto yang cantik.

Foto-foto yang ada di gallery juga dapat disortir berdasarkan 3 kategory yaitu wedding,pre-wedding dan family portrait. Dengan begitu pengunjung bisa memilih kategori foto yang ingin mereka lihat sesuai keinginan tanpa harus melihat satu-persatu judul foto yang ada.

About Us, FAQ dan Contact


Section About Us Tomodachiphotography.com
Ketiga section ini menampilkan informasi tentang Tomodachi secara general. Pengunjung bisa membaca segala seluk beluk Tomodachi melalui tiga section ini.

Aksesibilitas

Dari segi konten dan desain, kita pindah ke poin yang tak kalah penting, yaitu aksesibilitas. Ketika mengakses halaman home Tomodachiphotography.com loading time yang diperlukan cukup cepat, begitu pula beban load halaman yang ringan. 

Akan tetapi berbeda cerita ketika mengakses fitur read full story yang ada di gallery. Halaman website akan sedikit tersendat dikarenakan gambar berkualitas HD yang memiliki ukuran cukup besar dan dalam jumlah yang banyak.

Untuk mereka yang mengakses melalui jaringan internet cepat dan stabil mungkin hal ini bukan masalah, akan tetapi jika pengunjung mengakses melalui jaringan yang tidak stabil maka akan sedikit menyebalkan menunggu semua foto terbuka dengan sempurna.

Berdasarkan analisa google pagespeed insights, kompresi dan ukuran foto yang besar menjadi penyebab agak beratnya akses halaman full story. 

Analisa aksesibilitas fitur read full story dari desktop (klik untuk memperbesar)
Analisa aksesibilitas fitur read full story dari mobile gadget (klik untuk memperbesar)
Oleh karena itu akan lebih baik lagi jika Tomodachi mencari cara agar foto yang ditampilkan bisa berukuran lebih kecil namun tanpa mengurangi kualitasnya. Bisa dengan menggunakan slideshow yang mengunduh gambar satu persatu dan tidak sekaligus.


Saran dan Kritik untuk tomodachiphotography.com


Setelah mengamati beberapa hal, ada beberapa saran dan kritik yang saya rasa bisa dipertimbangkan agar tomodachiphotography.com bisa tampil lebih baik lagi. Diantaranya :

Logo Tomodachi

 Jika saya amati tipografi dari logo Tomodachi sudah bagus, namun yang agak terasa mengganjal adalah bentuk huruf “ O “ yang terlalu mirip dengan huruf “ A “ kecil. Jika dilihat sekilas akan terbaca seperti Tamadachi.


Apabila memungkinkan, ada baiknya jika huruf O yang ada direvisi agar bentuknya lebih jelas dan tidak tampak seperti huruf A lagi.

Widget sharing ke media sosial yang kurang pas di halaman utama


Di halaman utama, persis di bawah foto menurut saya terlalu banyak widget media sosial yang ada, khususnya dengan keberadaan widget sharing ke berbagai media sosial. Mungkin maksudnya agar pengunjung bisa dengan sekali klik membagikan website tomodachi ke media sosial. Namun keberadannya sedikit mengganggu estetika dari design yang sudah cantik.

Halaman utama menjadi telihat agak ramai karena widget-widget sharing tersebut selain banyak juga memiliki bentuk dan design yang tidak menyatu dengan background putih yang ada. Apalagi dibawahnya juga sudah terdapat badges dengan bentuk kotak yang cukup banyak.



Selain itu fungsinya juga menjadi sedikit redundan karena disebelah widget sharing tersebut sudah ada widget sosial media tomodachi.

Menurut saya akan lebih baik jika widget sharing ke sosial media yang ada dihilangkan saja, sehingga halaman utama tidak terlihat ramai dengan kotak-kotak kecil dengan jumlah cukup banyak. Apalagi di setiap foto dalam gallery sudah ada widget ini.


Peletakan Slider yang kurang pas




Satu lagi dari halaman utama, adalah peletakan slider dari slideshow foto yang kurang pas. Mengapa ? Karena seringkali slider menjadi tidak terlihat ketika memiliki warna yang sama dengan foto yang menjadi background. Hal ini membuat pengunjung tidak menyadari keberadaan slider dan menyangka bahwa foto yang ada di halaman home tidak bisa diklik manual dan harus menunggu slideshow bergerak secara otomatis.

Lebih bagus jika slider diletakkan dibawah frame foto atau jika tidak diberi bentuk dan warna yang lebih jelas lagi. 
Konten bahasa Indonesia

Saya mengerti sebagai sebuah agensi pemotretan bertaraf internasional, Tomodachi menggunakan bahasa Inggris agar bisa mencakup pangsa pasar yang luas. Akan tetapi, menimbang keberadaan tomodachi yang notabene masih berbasis di Indonesia ada baiknya jika disediakan juga konten bahasa Indonesia (bisa melalui widget pemilihan bahasa) , karena tidak semua warga Indonesia bisa berbahasa Inggris dengan fasih.

Dengan adanya konten bahasa Indonesia, pengunjung yang tidak fasih berbahasa Inggris tetap bisa membaca informasi yang ada tanpa perlu repot mencari terjemahannya dahulu.

Profil Fotografer dalam konten About Us

Sebagai pelengkap Informasi, sebaiknya dalam konten About Us disertakan profil fotografer yang ada di Tomodachi beserta pencapaian atau karya yang pernah dibuat. Hal ini untuk semakin memberi keyakinan kepada pengunjung dan calon klien akan kemampuan para fotografer tomodachi dalam menghasilkan foto yang artistik untuk mereka.

Warna font yang kurang tebal.



Tidak semua orang memiliki penglihatan yang tajam. Saya salah satunya. Dengan mata minus 1,5, saya sedikit kesulitan membaca tulisan pada website tomodachi tanpa kacamata. Warna font yang abu-abu dan kurang tebal terlihat kabur karena background putih yang dominan.

Untuk itu alangkah baiknya jika font yang digunakan dipertebal atau diganti dengan warna yang lebih tajam (hitam yang paling pas).

Bagian “ Family Portrait” yang kosong di section Gallery

Berikutnya adalah bagian family portrait pada section gallery. Bagian ini masih kosong dan tidak ada foto yang ditampilkan. Menurut saya jika memang belum ada foto yang berhubungan dengan tema ini, lebih baik kategori family portrait dihilangkan terlebih dahulu atau diganti dengan kategori lain yang bisa dipamerkan.

Dengan begitu halaman yang ada bisa dihemat atau dimanfaatkan untuk konten lain serta pengunjung tidak bertanya-tanya kenapa tidak ada foto di kategori ini.

Sharing is caring : Perkaya konten dengan artikel tentang fotografi

Metode promosi yang paling kuat adalah dengan cara berbagi pengetahuan terutama melalui artikel. Maksudnya dengan memperkaya isi website dengan beragam artikel tentang fotografi sesuai spesialisasi Tomodachi, website tomodachi akan lebih mudah terindeks di search engine dan lebih bisa menarik pengunjung.

Melalui artikel pula, Tomodachi bisa lebih meyakinkan pengunjung websitenya akan kemampuan dan pengetahuan para fotografernya dalam dunia fotografi.

Tomodachi Photography : Foto berseni untuk momen yang berarti.


Secara keseluruhan, website tomodachiphotography.com sudah layak untuk mewakili profil tomodachi sebagai agensi fotografi yang profesional. Design minimalis yang nyaman di mata dan dilengkapi galeri foto berkualitas HD memberikan kesan seni yang tinggi akan apa yang mampu diberikan Tomodachi kepada para kliennya. Hanya ada beberapa hal yang menurut saya layak untuk dipertimbangkan agar diperbaiki demi kualitas yang lebih baik lagi.

How to contact Tomodachi Photography
Nah, bagi yang sedang bingung mencari agensi pemotretan untuk pernikahan ataupun acara penting lainnya, Tomodachiphotography layak menjadi pilihan. Melalui hasil karya mereka, Tomodachi photography memberi foto berseni untuk momen yang berarti. 

“Tulisan ini  diikutkan di lomba review Tomodachi Photography di sini .


Apa makna sebuah hari ulang tahun buatmu ? Sebagai penanda umur yang bertambah, pengingat seberapa jauh sebuah cita-cita, atau justru sekedar hari biasa ?
Yah saya rasa setiap kita punya cara tersendiri dalam mengartikannya.
Bagi saya sendiri setiap hari ulang tahun adalah istimewa. Ia mengingatkan betapa cepat waktu berlalu, dan mungkin semakin dekat dengan habis. Well, who knows. Sebuah pepatah lama mengatakan “ Apa perbedaan dirimu yang sekarang, dengan dirimu 5 menit yang lalu ?.
Jawabannya, dirimu 5 menit yang lalu masih mempunyai 5 menit lagi untuk menjalani hidup.
See, itulah mengapa setiap hari ulang tahun selalu istimewa. Karena di hari itu selain suka cita akan umur dan (seharusnya) kedewasaan yang bertambah, tanpa terasa waktu satu tahun sudah kita habiskan untuk kesekian kali.
Nah balik lagi ke topik utama, ulang tahun selalu penuh dengan pengharapan. Makanya ada yang namanya birthday wishlist, dimana kita berharap tentang apa yang kita inginkan di umur yang baru. Entah itu benda, pencapaian, cita-cita, target, doa dan semacamnya.
Dulu waktu masih kecil, tiap ulang tahun sebelum meniup lilin saya selalu berdoa dua hal. Yang pertama supaya pas gede bisa jadi astronot, dan yang kedua, semoga kado yang dikasih pada sesuai kemauan. Hihihi. Namanya juga anak kecil. Namun setelah beranjak dewasa, saya sadar mimpi jadi astronot sudah tidak mungkin terjadi. Pertama, karena saya tuna matematika ( alias bego ) dan yang kedua karena NASA sudah berhenti mengirimkan monyet ke luar angkasa. Jadi terpaksa saya beralih ke mimpi yang lain.
Soal kado, siapa sih yang nggak suka dikasih kado. Mungkin bukan sama nilai dan bentuknya, tapi lebih kepada simbol perhatian dari si pemberi kado.
Ngomongin soal kado, mungkin kita emang ngak seharusnya maksa buat dikasih kado yang kita mau. Tapi boleh dong ngasih-ngasih kode tentang apa yang kita mau. Kali aja yang niat ngasih kado, jadi terbuka idenya, dari bingung mau ngasih apa jadi bisa ada referensi. Ya nggak ?
My Birthday wishlist : Antara mimpi, hobi dan koleksi
Ulang tahun saya sih masih lama, bulan Desember tepatnya. Tapi buat yang baca tulisan ini terus mau ngasih kado, bisa banget lo, hehehe,...
Lalu apa yang menjadi birthday wishlist saya ?
Hmmm, itu salah satu pertanyaan yang paling susah dijawab. Bukan susah sih, cuma antara malu tapi mau. Gimana coba nyebutnya ?
Buat saya, birthday wishlist, adalah tentang mimpi, hobi, dan koleksi. Mimpi yaitu kado yang berupa apa saja yang selama ini saya impikan. Namun tidak hanya sebatas barang. Tapi juga tentang keinginan yang sudah lama terpendam namun belum terwujud.
Berpenampilan lebih rapi.
First thing first. Salah satu wishlist saya saat ulang tahun adalah bisa lebih memerhatikan penampilan untuk kedepannya. Pakai baju rapi, wangi, dan rambut yang tertata. Saya sudah bosan sering dikira gembel oleh satpam, karena memakai sendal dan rambut acak-acakan saat datang ke kantor.
Mungkin sudah saatnya saya berganti penampilan agak menarik. Yah, siapa tahu ada cewek yang melirik, karena selama ini cuma bencong yang tertarik. (amit amit jabang bayi).
Seperti 2 blog post sebelumnya, Valentine Story dan Holiday bucketlist, saya masih (dan akan terus) menjadikan Zocko sebagai referensi. And see what i've got ! Ada beberapa barang yang sangat bisa mendukung mimpi saya untuk berpenampilan lebih rapi. Seperti produk-produk ini:

http://zocko.it/LWkg parfum CK euphoria
http://zocko.it/LWkl rechargeable shaver
Bisa saya bayangkan, saya yang baru berpenampilan rapi dengan produk-produk dari Zocko ini. Minimal Revalina deh yang nyangkut. Hehehehe, mimpi aja terus :) .
Rajin Olahraga
Ini satu yang agak berat. Seringnya naik turun. Joggingnya sehari, pegelnya seminggu. Tapi mau nggak mau harus dilakuin. Apalagi badan yang udah terasa berantakan. Naik tangga 2 lantai aja habis itu selonjor ngos-ngosan.
Muter-muter katalognya Zocko banyak banget sports equipment yang bikin ngiler. Selain keren pasti bikin tambah semangat buat olahraga. Contohnya sepatu ini.
http://zocko.it/LYjz Keith haring work out sneakers

http://zocko.it/LYkJ tempat minum hydration 2013
http://zocko.it/LYkL heart rate monitor
Keren kan. That’s why it’s in my birthday wishlist. Barang keren, apalagi dikasih sebagai kado dengan pesan “ nih biar kamu rajin olahraga” pasti bakalan jadi pemacu semangat banget. Karena kalo nggak, selain yang ngasih bakalan kecewa, niat awal buat rajin olahraga juga nggak bakalan terlaksana.
Jadi niat ditambah cool things from Zocko itu sama dengan sempurna.
Emang sih kedua niatan saya diatas disaat ulang tahun cenderung sepele dan bisa dilakuin kapan aja, nggga mesti nunggu ulang tahun. Tapi kadang ketika sudah di tengah jalan kita cenderung menunggu garis baru untuk memulai sesuatu. Jadi sembari berjalan sedikit demi sedikit saya menunggu saat ulang tahun itu. Sama seperti ketika orang banyak membuat resolusi di tahun baru.
Usaha dari sekarang itu wajib, karena walaupun simpel tapi kalau selalu diabaikan hal sesederhana apapun akan tetap menjadi mimpi. Ya seperti jadi astronot tadi.
Hobi dan koleksi.
Dari mimpi, kita beralih ke hobi dan koleksi. Kedua hal ini juga sangat memengaruhi bagaimana menyenangkannya sebuah kado. Seperti kakak saya yang menggemari dan mengoleksi Lego, sangat senang jika diberi hadiah Lego. Atau adik yang seorang sneakers head dan tergila-gila dengan sneakers pasti melonjak-lonjak mirip kodok overdosis kalau diberi sneakers.
Ya hobi dan kesukaan akan sebuah koleksi memang menjadi sebuah pertimbangan akurat untuk memberi kado.
Sebagai manusia yang taat akan Pancasila saya juga mempunyai hobi dan koleksi ( Entah apa hubungannya). Hobi pertama yaitu tidur. Yang kedua juga tidur. Yang ketiga main game. Maklumlah kerja di bidang pembuatan mobile games tidur adalah hal yang cukup langka apalagi ketika menjelang deadline rilis. Monitor PC sampai muak ngeliat muka saya yang terus-terusan menatapnya.
Lagi-lagi di Zocko saya menemukan produk keren bin useful buat penunjang kualitas istirahat setelah seharian capek badan, mata dan pikiran.
http://zocko.it/LWk2 eye massager
http://zocko.it/LWk9 disctron docking speaker
Relaksasi dan tidur pasti bertambah nyaman dengan dua alat ini. Eye massager meringankan beban mata yang seharian teradiasi cahaya monitor, dan pemutar ipod yang mengalunkan lagu-lagu tanpa harus repot memakai earphone. Bentuknya yang portable juga sangat bisa untuk dibawa kemana-mana terutama kekantor. Untuk menenangkan kepala disaat jam isitirahat.
Cool Gaming Accesories
Selain tidur, bermain game adalah hobi utama saya. Hobi ini membuat dunia saya jadi penuh dengan game. Kerja di bidang game, hiburan pun masih main game. Tetapi tentu beda rasanya berhadapan dengan game untuk bekerja dan untuk bersenang-senang.
Selain astronot saya juga ingin menjadi pembalap. Tapi ada daya ketika SMA dulu, pernah nyenggol gerobak somay ketika sedang gegayaan ngedrift dengan teman-teman. Gerobaknya kebalik, abang somaynya masuk got, saya hampir dipukuli massa. Jadinya trauma. Melalui game saya bisa kembali menjadi pembalap walau hanya di dunia maya.
Pengalaman bermain game yang mantap dan menyenangkan harus didukung oleh perlengkapan yang mumpuni. Untuk itu another birthday wishlist yang saya inginkan adalah perlengkapan gaming yang keren.

http://zocko.it/LWkN keyboard logitech
http://zocko.it/LWkK logitech racing wheel
http://zocko.it/LWk0 headphone beats putih
Dengan Racing Wheel dan headphone bersuara gahar diatas, membalap di dunia maya menjadi lebih terasa. Adrenalin lebih terpacu tanpa harus takut akan gerobak somay yang tiba-tiba muncul.Keyboard dan mouse wireless juga menambah kenyamanan dan fleksibilitas ketika bermain game. Mungkin saya akan mencoba main game sambil kayang nantinya.
Zippo and Swatch : Another wishlist i just can’t resist.

Dua benda ini racun banget. Zippo dan Swatch. Saya mulai mengkoleksi Zippo sejak kuliah. Dan semenjak itu banyak teman yang memberi Zippo sebagai hadiah. Korek api ini terlalu cantik untuk diabaikan. Seringkali saya harus berhemat mati-matian agar bisa membeli Zippo yang unik. Banyak juga yang bertanya untuk apa mengahbiskan ratusan ribu untuk sebuah korek api. Well, it’s not only a lighter. It’s Zippo.
Dan Swatch. Ini jam tangan dari surga. Jelas tidak semewah Breitling atau Rolex. Namun jenis dan variannya yang banyak dan menarik membuat saya terpikat untuk mengkoleksinya. Namun sayang, karena saya bukan anak menteri, saya Cuma bisa membelinya paling tidak setahun sekali.
Sungguh katalog Swatch di Zocko membuat saya ingin jual diri seketika untuk bisa menebusnya. ( kayak laku aja). It’s super cool. Like these two :

http://zocko.it/LWlC japan road swatch
Oh Tuhan, tolong turunkan hujan Swatch disini.
Jadi itulah cerita tentang mimpi saya diumur yang baru nanti. Penampilan yang rapi, badan sehat dan segar, dan hobi yang berjalan menyenangkan serta koleksi yang bertambah. Semoga bisa terwujud. Amin.
Now let’s talk about Zocko.

Zocko : Money doesn't grow on trees. But it could grow on your popularities.

Money doesn’t grows on trees. Meskipun uang itu sendiri dibuat dari kertas yang berasal dari pohon, tapi yang menjadi inti adalah uang tidak mudah didapat. Kebanyakan kita harus kerja dan usaha keras untuk bisa mengumpulkan uang.

Namun ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan uang dengan mudah.

1.Melihara tuyul
2. Zocko.

Dengan menganggap hanya sedikit orang yang mau direpotkan oleh makhluk botak kecil yang bikin takut orang, baiknya kita skip saja poin nomor satu dan langsung membahas poin kedua, Zocko.
Tampilan web Zocko

Lalu apa itu Zocko ?

Mungkin jika kalian melihat gambar dan postingan berbagai produk fashion diatas akan menyangka bahwa Zocko adalah semacam online shop. Hmm jawaban itu, sedikit kurang tepat. Secara garis besar fitur utama startup yang berasal dari Spanyol ini adalah sebagai jembatan antara online shop dengan kita sebagai pengguna sosial media.

Nah pertanyaannya, jembatan untuk apa ???

1.Kurasi barang terbaik

Zocko mengumpulkan berbagai macam barang terbaik yang ada di online shop yang sudah bekerja sama dengan untuk kemudian ditampilkan di Zocko.com. Nah barang-barang inilah yang kita lihat terpampang di websitenya.

Jadi singkatnya Zocko semacam memberi referensi atas berbagai barang menarik yang ada di sebuah online shop untuk kemudian kita lihat dan selanjutnya terserah mau dibeli atau dibagikan di sosial media.

2. Penghasil uang melalui sosial media

Nah ini yang menarik. Kita tidak hanya bisa melihat referensi produk berkualitas, namun kita juga bisa menghasilkan uang melalui Zocko.

Loh kok ? Gimana caranya ???

Santai teman. Cepet aja kalo udah urusan duit.Hehehe...

Caranya gampang banget. Kita tinggal sign up di Zocko, terus sharing produk-produk yang ada di katalog web zocko.com melalui sosial media yang kita punya. Bisa Twitter, Facebook, Tumblr, atau email. Sebelum sharing, kita akan mendapatkan link khusus untuk setiap produk yang akan kita bagikan di sosial media. Nah link inilah yang menjadi tanda pengenal sekaligus penghitung reward kita.  

Jadi, semakin kita populer atau berpengaruh dalam jaringan pertemanan, semakin besar kesempatan kita untuk membuat orang tertarik membeli produk yang kita sharing melalui link yang kita bagikan tadi.

Gampang bukan ?

Fitur dan tampilan Zocko

Fitur dan tampilan Zocko sebnearnya sudah sangat simpel dan mudah dipahami. Sebagai pelengkap, berikut ini saya tampilkan beberapa fitur penting yang ada di website Zocko, beserta tampilannya.

Halaman Reward 
Halaman ini tempat kita melihat jumlah point reward yang sudah kita dapatkan. Jika  sudah mencapai 50 dollar, bisa langsung dipindahkan ke akun paypal.

Halaman Reward di Zocko
Landasan / Lauchpad
Halaman ini berfungsi seperti bookmark . Jadi kita bisa memasukkan barang-barang yang menarik ke halaman landasan, dan bisa melihatnya tanpa harus mencari lagi di kesempatan berikutnya.

Halaman Landasan / Launchpad
Pengaturan Profile:
Ini halaman tempat kita mengatur biodata dan bagaimana ingin menampilkan produk yang ada di Zocko.

Kalau masih bingung, gih cobain sendiri. Pasti gampang kok :)

Who is Zocko suitable for ???

Dengan layanan yang ditawarkan dan berbagai katalog produk yang ditampilkan, Zocko sangat cocok digunakan oleh siapa saja terutama bagi mereka yang merasa memiliki pengaruh dalam memberikan referensi di dalam jaringan pertemanan.

Sebagai contoh, fashion blogger yang memiliki banyak follower atau sudah menjadi acuan banyak orang karena mengerti dunia fashion, bisa membagikan berbagai tentang produk fashion yang ada di Zocko, dan karena popularitas serta pengaruhnya, kesempatan akan banyaknya orang yang tertarik membeli melalui link yang dia bagikan di social media akan semakin besar. Dan semakin besar pula reward yang bisa didapat.

Jadi secara garis besar Zocko cocok bagi kalian yang merasa :

1.Manusia

Ini syarat paling dasar. Karena Zocko tidak menyediakan reward dalam bentuk tulang, atau rumput, ataupun kemenyan. Dan saya yakin baik hantu atau hewan juga tidak main sosial media.

2.Buzzer

Para buzzer dengan ribuan follower atau fans facebook. Seorang buzzer pasti sudah memiliki pengaruh kepada banyak orang. Ini merupakan kesempatan menarik untuk bisa mengumpulkan uang dengan mudah melalui reward dari Zocko.

3.Populer dan aktif di sosial media

Bukan buzzer, tapi populer dan aktif di sosial media. Seperti seleb tweet, blogger, atau siapa saja yang memiliki jaringan pertemanan luas. Zocko juga cocok untuk kamu. Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekalian sharing barang keren,sekalian juga mencari reward. Klop kan.

4.Pengusaha e-commerce

Dikutip dari beritasatu.com, saat ini e-commerce lokal yang bekerja sama dengan Zocko adalah Zalora dan Lazada, dan Zocko masih terus mengembangkan kerjasamanya dengan berbagai e-commerce lokal lainnya.

Jika sebelumnya saya membahas bagaimana Zocko bisa memberi keuntungan bagi kita sebagai pengguna sosial media, maka inilah keuntungan Zocko bagi para pelaku usaha e-commerce. Melalui kerja sama dengan Zocko, produk-produk yang dijual memiliki kemungkinan besar untuk dipromosikan oleh para buzzer yang sudah menjadi anggota Zocko kepada khalayak luas.

It's kind of simple but effective advertisement, isn't it ?


Zocko Birthday Wish Story : Tentang mimpi di umur yang baru nanti